Latar Belakang PT.Angsoduo Bisnis Teknologi

PT. Angsoduo Bisnis Teknologi adalah sebuah perusahaan yang bergerak di bidang Jasa / Enterpreneur dengan memberikan santunan kepada member yang tertimpa musibah (kecelakaan) baik kecelakaan kerja, rumah tangga, kecelekaan lalu lintas dan lain-lain juga dapat berpenghasilan dengan memakai metode jaringan dengan sistem yang baik yang dipilah dari berbagai perusahaan berbasis network di seluruh Indonesia.

Santunan

Kepada para member yang telah terdaftar akan diberikan voucher senilai (Rp.300.000/Voucher) tergantung dari berapa Hak Usaha yang dimiliki dan akan diberikan santunan Maksimal Rp.250.000.000 tergantung persentase ilustrasi kejadian dan tingkat resiko yang ada dan dari unsur ketidaksengajaan.

Kebangkitan

Jangan pernah putus asa dengan apa yang di derita , bangkitla dengan apa yang kita punya seadanya . jika kala terkena musibah cobalah hal yang baru dan suasana yang indah . terus bangkit agar menjadi lebih baik :) *Kebanyakan seseorang tidak menyadari betapa dekat nya mereka dengan titik sukses saat mereka memutuskan untuk menyerah :|

Binari

Bonus Sponsor : Apabila anda mengajak orang terdekat anda maka anda yang akan menerimanya Bonus Pasangan : Apabila terjadi pasangan disetiap jaringan anda dan ada lagi bonus titik yg anda punya

Bonus Reward

Bonus Reward adalah bonus penghargaan yang diberikan kepada member karena telah berhasil mencapai posisi tertentu di kiri dan kanan mereka juga dimaksudkan untuk mendongkrak minat dan semangat para member untuk mencapai posisi tersebut dimana itu bisa berupa uang/barang seperti gambar diatas, salah satu dari 3 bonus di PT.ABT, bisa di check langsung di www.angsoduobisnis.com

Friday, July 18, 2014

Sistem Kerja Perusahaan .








TATA KERJA, PROSEDUR KERJA DAN SISTEM KERJA PERUSAHAAN

Dalam sebuah perusahaan kita mengenal Sisdur atau Sistem Prosedure Kerja, ini adalah cara memanage perusahaan kita. Untuk lebih mengenal maka kita perlu mengetahui dan memahaminya, adapun yang harus kita ketahui adalah :

TATA KERJA    Merupakan cara melaksanakan suatu pekerjaan dengan benar dengan cara yang efektif dan efisien.

PROSEDURE     Merupakan suatu tahapan dalam tata kerja yang harus dilakukan oleh suatu pekerjaan baik asal pekerjaan dan tujuan akhir dari pekerjaan itu sendiri, kapan harus selesai dan memakai peralatan apa saja dan kepada siapa saja kita berhubungan.

SISTEM    Merupakan susunan antara tata kerja dengan prosedure yang menjadi satu sehingga membentuk pola tertentu dalam menyelesaikan suatu pekerjaan.

Contoh Sistem penempatan barang dan harga di sebuah Toko :

1. Mengklasifikasi atau pemisahan barang yang berbeda kepentingannya, contoh sabun dan makanan
2. Meletakkan barang barang tersebut di lemari kaca atau tempat yang telah tersedia
3. Lakukan pencatatan stok barang baik barang masuk dan barang keluar
4. Lakukan kontrol dengan cara melihat buku stok.

Note : Ini adalah contoh pencatatan sederhana

Dari Contoh di atas setiap langkah-langkah yang kita lakukan mempunyai prosedure dan tata kerja masing-masing. Dan Sistem, prosedure dan tata kerja adalah sebuah kesatuan yang tidak dapat dipisahkan dalam menyelesaikan sebuah pekerjaan, dan dengan demikian Manejemen dan kebijaksaan pimpinan menjadi lebih terarah, terkoordinir dan terkontrol dengan baik.

Untuk menentukan Tata Kerja dan Sisdur maka perlu diperhatikan beberapa hal di bawah ini :

1. Sisdur dan tata kerja harus memperhatikan segi-segi tujuan, fasilitas, SDM, peralatan, material, biaya dan   
waktu yang tersedia serta segi luas, macam dan sifat dari tugas dan pekerjaan
2. Untuk membuatnya kita harus memperhatikan dan mempersiapkan tujuan organisasi, struktur organisasi,    
skema, job description dan semacamnya
3. Pembuatan prosedure harus dilakukan sesuai dengan bidang tugas dan pekerjaan serta kapasitas masing-
masing yang menjalankan tugasnya
4. Harus dibuat detail langkah-langkah pekerjaan yang harus dilakukan berikut standard waktu yang harus 
ditempuh untuk merampungkan pekerjaan tersebut
5. Dalam menetapkan langkah-langkah pekerjaan harus saling berkaitan satu langkah dengan langkah lainnya 
dan menuju ke arah satu tujuan
6. Dalam tahap-tahap pekerjaan itu harus merupakan suatu kerja nyata dan perlu pelaksanaan dan 
penyelesaian tugas dan pekerjaan yang dimaksud
7. Di samping itu kita harus menetapkan standard skill atau kemampuan SDM beserta tingkatannya yang 
diperlukan untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut. Dengan kata lain Sisdur disusun harus berdasarkan 
dengan kemampuan skill orang orang yang menempati posisi-posisi yang dibutuhkan untuk menyelesaikan 
pekerjaan tersebut
8. Penggambaran penerapan atau skema sisdur yang dibuat haruslah jelas dan sebaiknya menggunakan flow chart atau yang disebut bagan prosedur atau skema arus kerja.
9. Langkah akhir adalah maintenance dan review Sisdur dan tata kerja, hal ini sangat penting untuk melihat 
apakah pekerjaan kita sudah baik dan apakan Sidur yang kita gunakan sudah benar atau masih ada 
kekurangan, jika ada kekurangan atau kelemahan maka kita perlu memperbaikinya.

Apa itu Kewirausahaan ?






Kewirausahaan (InggrisEntrepreneurship) atau Wirausaha adalah proses mengidentifikasi, mengembangkan, dan membawa visi ke dalam kehidupan. Visi tersebut bisa berupa ide inovatif, peluang, cara yang lebih baik dalam menjalankan sesuatu. Hasil akhir dari proses tersebut adalah penciptaan usaha baru yang dibentuk pada kondisi risiko atau ketidakpastian.
Kewirausahaan memiliki arti yang berbeda-beda antar para ahli atau sumber acuan karena berbeda-beda titik berat dan penekanannya. Richard Cantillon (1775), misalnya, mendefinisikan kewirausahaan sebagai bekerja sendiri (self-employment). Seorang wirausahawan membeli barang saat ini pada harga tertentu dan menjualnya pada masa yang akan datang dengan harga tidak menentu. Jadi definisi ini lebih menekankan pada bagaimana seseorang menghadapi risiko atau ketidakpastian.Berbeda dengan para ahli lainnya, menurut Penrose (1963) kegiatan kewirausahaan mencakup indentfikasi peluang-peluang di dalam sistem ekonomi sedangkan menurut Harvey Leibenstein (1968, 1979) kewirausahaan mencakup kegiatan yang dibutuhkan untuk menciptakan atau melaksanakan perusahaan pada saat semua pasar belum terbentuk atau belum teridentifikasi dengan jelas, atau komponen fungsi produksinya belum diketahui sepenuhnya dan menurut Peter Drucker, kewirausahaan adalah kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda. Orang yang melakukan kegiatan kewirausahaan disebut wirausahawan.Muncul pertanyaan mengapa seorang wirausahawan (entrepreneur) mempunyai cara berpikir yang berbeda dari manusia pada umumnya. Mereka mempunyai motivasi, panggilan jiwa, persepsi dan emosi yang sangat terkait dengan nilai nilai, sikap dan perilaku sebagai manusia unggul.

Etimologi

Kewirausahaan berasal dari kata wira dan usaha Wira berarti pejuang, pahlawan, manusia unggul, teladan, berbudi luhur, gagah berani dan berwatak agung.Usaha adalah perbuatan amal, bekerja, dan berbuat sesuatu. Jadi wirausaha adalah pejuang atau pahlawan yang berbuat sesuatu

Sejarah kewirausahaan

Wirausaha secara historis sudah dikenal sejak diperkenalkan oleh Richard Castillon pada tahun 1755. Di luar negeri, istilah kewirausahaan telah dikenal sejak abad 16, sedangkan di Indonesia baru dikenal pada akhir abad 20. Beberapa istilah wirausaha seperti di Belanda dikenadengan ondernemer, di Jerman dikenal denganunternehmer. Pendidikan kewirausahaan mulai dirintis sejak 1950-an di beberapa negara seperti Eropa, Amerika, dan Kanada. Bahkan sejak 1970-an banyak universitas yang mengajarkan kewirausahaan atau manajemen usaha kecil. Pada tahun 1980-an, hampir 500 sekolah di Amerika Serikat memberikan pendidikan kewirausahaan.DI Indonesia, kewirausahaan dipelajari baru terbatas pada beberapa sekolah atau perguruan tinggi tertentu saja. Sejalan dengan perkembangan dan tantangan seperti adanya krisis ekonomi, pemahaman kewirausahaan baik melalui pendidikan formal maupun pelatihan-pelatihan di segala lapisan masyarakat kewirausahaan menjadi berkembang.

Proses kewirausahaan

Menurut Carol Noore yang dikutip oleh Bygrave, proses kewirausahaan diawali dengan adanya inovasi.Inovasi tersebut dipengeruhi oleh berbagai faktor baik yang berasal dari pribadi maupun di luar pribadi, seperti pendidikan, sosiologi, organisasi, kebudayaan dan lingkungan. Faktor-faktor tersebut membentuk ‘’locus of control’’,, keinovasian, implementasi, dan pertumbuhan yang kemudian berkembangan menjadi wirausahawan yang besar. Secara internal, keinovasian dipengaruhi oleh faktor yang bersal dari individu, seperti locus of control, toleransi, nilai-nilai, pendidikan, pengalaman. Sedangkan faktor yang berasal dari lingkungan yang memengaruhi diantaranya model peran, aktivitas, dan peluang. Oleh karena itu, inovasi berkembang menjadi kewirausahaan melalui proses yang dipengaruhi lingkungan, organisasi, dan keluarga.

Ciri-ciri dan Sifat kewirausahaan

Untuk dapat mencapai tujuan yang diharapkan, maka setiap orang memerlukan ciri-ciri dan juga memiliki sifat-sifat dalam kewirausahaan. Ciri-ciri seorang wirausaha adalah:
  • Percaya diri
  • Berorientasikan tugas dan hasil
  • Berani mengambil risiko
  • Kepemimpinan
  • Keorisinilan
  • Berorientasi ke masa depan
  • Jujur dan tekun
Sifat-sifat seorang wirausaha adalah:
  • Memiliki sifat keyakinan, kemandirian, individualitas, optimisme.
  • Selalu berusaha untuk berprestasi, berorientasi pada laba, memiliki ketekunan dan ketabahan, memiliki tekad yang kuat, suka bekerja keras, energik dan memiliki inisiatif.
  • Memiliki kemampuan mengambil risiko dan suka pada tantangan.
  • Bertingkah laku sebagai pemimpin, dapat bergaul dengan orang lain dan suka terhadap saran dan kritik yang membangun.
  • Memiliki inovasi dan kreativitas tinggi, fleksibel, serba bisa dan memiliki jaringan bisnis yang luas.
  • Memiliki persepsi dan cara pandang yang berorientasi pada masa depan.
  • Memiliki keyakinan bahwa hidup itu sama dengan kerja keras.

Tahap-tahap kewirausahaan

Secara umum tahap-tahap melakukan wirausaha:

Tahap memulai

Tahap di mana seseorang yang berniat untuk melakukan usaha mempersiapkan segala sesuatu yang diperlukan, diawali dengan melihat peluang usaha baru yang mungkin apakah membuka usaha baru, melakukan akuisisi, atau melakukan ‘’franchising’’.Tahap ini juga memilih jenis usaha yang akan dilakukan apakah di bidang pertanian,industri atau jasa.

Tahap melaksanakan usaha

Dalam tahap ini seorang wirausahawan mengelola berbagai aspek yang terkait dengan usahanya, mencakup aspek-aspek: pembiayaan, SDM, kepemilikan, organisasi, kepemimpinan yang meliputi bagaimana mengambil risiko dan mengambil keputusan, pemasaran, dan melakukan evaluasi.

Tahap mempertahankan usaha

Tahap di mana wirausahawan berdasarkan hasil yang telah dicapai melakukan analisis perkembangan yang dicapai untuk ditindaklanjuti sesuai dengan kondisi yang dihadapi.
  • Tahap mengembangkan usaha
Tahap di mana jika hasil yang diperoleh tergolong positif atau mengalami perkembangan atau dapat bertahan maka perluasan usaha menjadi salah satu pilihan yang mungkin diambil.

Sikap wirausaha

Dari daftar ciri dan sifat watak seorang wirausahawan di atas, dapat kita identifikasi sikap seorang wirausahawan yang dapat diangkat dari kegiatannya sehari-hari, sebagai berikut:
  • Disiplin
Dalam melaksanakan kegiatannya, seorang wirausahawan harus memiliki kedisiplinan yang tinggi. Arti dari kata disiplin itu sendiri adalah ketepatan komitmen wirausahawan terhadap tugas dan pekerjaannya. Ketepatan yang dimaksud bersifat menyeluruh, yaitu ketepatan terhadap waktu, kualitas pekerjaan, sistem kerja dan sebagainya. Ketepatan terhadap waktu, dapat dibina dalam diri seseorang dengan berusaha menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan waktu yang direncanakan. Sifat sering menunda pekerjaan dengan berbagai macam alasan, adalah kendala yang dapat menghambat seorang wirausahawan meraih keberhasilan. Kedisiplinan terhadap komitmen akan kualitas pekerjaan dapat dibina dengan ketaatan wirausahawan akan komitmen tersebut. Wirausahawan harus taat azas. Hal tersebut akan dapat tercapai jika wirausahawan memiliki kedisiplinan yang tinggi terhadap sistem kerja yang telah ditetapkan.Ketaatan wirausahawan akan kesepakatan-kesepakatan yang dibuatnya adalah contoh dari kedisiplinan akan kualitas pekerjaan dan sistem kerja.
  • Komitmen Tinggi
Komitmen adalah kesepakatan mengenai sesuatu hal yang dibuat oleh seseorang, baik terhadap dirinya sendiri maupun orang lain. Dalam melaksanakan kegiatannya, seorang wirausahawan harus memiliki komitmen yang jelas, terarah dan bersifat progresif (berorientasi pada kemajuan). Komitmen terhadap dirinya sendiri dapat dibuat dengan identifikasi cita-cita, harapan dan target-target yang direncanakan dalam hidupnya. Sedangkan contoh komitmen wirausahawan terhadap orang lain terutama konsumennya adalah pelayanan prima yang berorientasi pada kepuasan konsumen, kualitas produk yang sesuai dengan harga produk yang ditawarkan, penyelesaian bagi masalah konsumen, dan sebagainya.Seorang wirausahawan yang teguh menjaga komitmennya terhadapkonsumen, akan memiliki nama baik di mata konsumen yang akhirnya wirausahawan tersebut akan mendapatkan kepercayaan dari konsumen, dengan dampak pembelian terus meningkat sehingga pada akhirnya tercapai target perusahaan yaitu memperoleh laba yang diharapkan.
  • Jujur
Kejujuran merupakan landasan moral yang kadang-kadang dilupakan oleh seorang wirausahawan. Kejujuran dalam berperilaku bersifat kompleks.Kejujuran mengenai karakteristik produk (barang dan jasa) yang ditawarkan, kejujuran mengenai promosi yang dilakukan, kejujuran mengenai pelayanan purnajual yang dijanjikan dan kejujuran mengenai segala kegiatan yang terkait dengan penjualan produk yang dilakukan olehwirausahawan.
  • Kreatif dan Inovatif
Untuk memenangkan persaingan, maka seorang wirausahawan harus memiliki daya kreativitas yang tinggi.Daya kreativitas tersebut sebaiknya dilandasi oleh cara berpikir yang maju, penuh dengan gagasan-gagasan baru yang berbeda dengan produk-produk yang telah ada selama ini di pasar. Gagasan-gagasan yang kreatif umumnya tidak dapat dibatasi oleh ruang, bentuk ataupun waktu.Justru seringkali ide-ide jenius yangmemberikan terobosan-terobosan baru dalam dunia usaha awalnya adalah dilandasi oleh gagasan-gagasan kreatif yang kelihatannya mustahil.
  • Mandiri
Seseorang dikatakan “mandiri” apabila orang tersebut dapat melakukan keinginan dengan baik tanpa adanya ketergantungan pihak lain dalammengambil keputusan atau bertindak, termasuk mencukupi kebutuhan hidupnya, tanpa adanya ketergantungan dengan pihak lain. Kemandirian merupakan sifat mutlak yang harus dimiliki oleh seorang wirausahawan.Pada prinsipnya seorang wirausahawan harus memiliki sikap mandiri dalam memenuhi kegiatan usahanya.
  • Realistis
Seseorang dikatakan realistis bila orang tersebut mampu menggunakan fakta/realita sebagai landasan berpikir yang rasional dalam setiap pengambilan keputusan maupun tindakan/ perbuatannya.Banyak seorang calon wirausahawan yang berpotensi tinggi, namun pada akhirnya mengalami kegagalan hanya karena wirausahawan tersebut tidak realistis, obyektif dan rasional dalam pengambilan keputusan bisnisnya.Karena itu dibutuhkan kecerdasan dalam melakukan seleksi terhadap masukan-masukan/ sumbang saran yang ada keterkaitan erat dengan tingkat keberhasilan usaha yang sedang dirintis.

Faktor Kegagalan Dalam Wirausaha

Menurut Zimmerer (dalam Suryana, 2003 : 44-45) ada beberapa faktor yang menyebabkan wirausaha gagal dalam menjalankan usaha barunya:
  • Tidak kompeten dalam manajerial.
Tidak kompeten atau tidak memiliki kemampuan dan pengetahuan mengelola usaha merupakan faktor penyebab utama yang membuat perusahaan kurang berhasil.
  • Kurang berpengalaman baik dalam kemampuan mengkoordinasikan, keterampilan mengelola sumber daya manusia, maupun kemampuan mengintegrasikan operasi perusahaan.
  • Kurang dapat mengendalikan keuangan. Agar perusahaan dapat berhasil dengan baik, faktor yang paling utama dalam keuangan adalah memelihara aliran kas. Mengatur pengeluaran dan penerimaan secara cermat. Kekeliruan memelihara aliran kas menyebabkan operasional perusahan dan mengakibatkan perusahaan tidak lancar.
  • Gagal dalam perencanaan.
Perencanaan merupakan titik awal dari suatu kegiatan, sekali gagal dalam perencanaan maka akan mengalami kesulitan dalam pelaksanaan.
  • Lokasi yang kurang memadai.
Lokasi usaha yang strategis merupakan faktor yang menentukan keberhasilan usaha. Lokasi yang tidak strategis dapat mengakibatkan perusahaan sukar beroperasi karena kurang efisien.
  • Kurangnya pengawasan peralatan.
Pengawasan erat berhubungan dengan efisiensi dan efektivitas. Kurang pengawasan mengakibatkan penggunaan alat tidak efisien dan tidak efektif.
  • Sikap yang kurang sungguh-sungguh dalam berusaha.
Sikap yang setengah-setengah terhadap usaha akan mengakibatkan usaha yang dilakukan menjadi labil dan gagal. Dengan sikap setengah hati, kemungkinan gagal menjadi besar.
  • Ketidakmampuan dalam melakukan peralihan/transisi kewirausahaan.
Wirausaha yang kurang siap menghadapi dan melakukan perubahan, tidak akan menjadi wirausaha yang berhasil. Keberhasilan dalam berwirausaha hanya bisa diperoleh apabila berani mengadakan perubahan dan mampu membuat peralihan setiap waktu.

Peran Wirausaha Dalam Perekonomian Nasional

Seorang wirausaha berperan baik secara internal maupun eksternal. Secara internal seorang wirausaha berperan dalam mengurangi tingkat kebergantungan terhadap orang lain, meningkatkan kepercayaan diri, serta meningkatkan daya beli pelakunya. Secara eksternal, seorang wirausaha berperan dalam menyediakan lapangan kerja bagi para pencari kerja. Dengan terserapnya tenaga kerja oleh kesempatan kerja yang disediakan oleh seorang wirausaha, tingkat pengangguran secara nasional menjadi berkurang.
Menurunnya tingkat pengangguran berdampak terhadap naiknya pendapatan perkapita dan daya beli masyarakat, serta tumbuhnya perekonomian secara nasional. Selain itu, berdampak pula terhadap menurunnya tingkat kriminalitas yang biasanya ditimbulkan oleh karena tingginya pengangguran.
Seorang wirausaha memiliki peran sangat besar dalam melakukan wirausaha. Peran wirausaha dalam perekonomian suatu negara adalah:
  • Menciptakan lapangan kerja
  • Mengurangi pengangguran
  • Meningkatkan pendapatan masyarakat
  • Mengombinasikan faktor–faktor produksi (alam, tenaga kerja, modal dan keahlian)
  • Meningkatkan produktivitas nasional

Apa Itu Kerja Cerdas (Smart) ?






Jangan risaukan pendapat dari mereka yang mengharuskan kerja Cerdas (Smart ) dari pada Kerja Keras !

Karena jika menurut mereka kita harus bekerja cerdas ( Smart ), tetapi mereka tidak bekerja keras, maka mereka tidak telalu cerdas.

sesunggu nya cerdas pertama dalam bekerja adalah kerja keras ,karena mereka yang sudah menemukan konsep bekerja cerdas, masih harus bekerja keras - jika mereka masih ingin disebut cerdas.

Setelah bekerja keras, barulah menjadi masuk akal - apa pun yang kita pikirkan sebagai cara pemaksimalan hasil, yang kita sebut dengan kerja cerdas tersebut.


Aplikasi Kerja Cerdas

Sebagai bangsa yang agamis sekaligus kaya budaya leluhur, sebenarnya seruan kerja cerdas ini bukanlah barang baru. 
Tetapi persoalannya lagi - lagi berupa tools yang tidak di-update. Selain disampaikan dengan "bahasa langit" yang 
seringkali menafikan proses pemahaman secara ilmiah dan alamiah pun juga tidak dilakukan elaborasi kontekstual. 
Akibatnya pemahaman tentang ajaran agama dan budaya hanya bekerja pada persoalan yang bersifat minoritas dalam 
kehidupan nyata. Sebelum Pareto mengumumkan hasil penelitiannya dengan formula 80/20, kita sudah diajarkan 
menjauhkan diri dari perbuatan-perbuatan mubazir atau yang tidak perlu. Sayangnya, ajaran mubazir yang kita pahami 
hanya sebatas kalau kita membuang makanan yang tersisa. Amat jarang kita berpikir mubazir secara profesi, ekonomi, 
atau strategi.

Untuk menjauhkan diri dari tindakan yang mubazir dalam kaitan dengan realisasi kerja cerdas harus dimulai dari 
langkah-langkah berikut:
1. Fokus pada skala pengembangan
Jika anda yakin bahwa diri anda memiliki keunggulan atau bakat alamiah, disamping memiliki kelemahan yang 
diakibatkan oleh faktor heriditas atau lingkungan, maka yang benar-benar anda butuhkan adalah hidup dengan 
keunggulan tersebut secara cerdas (living with the advantage competitive factors). Hanya jika anda menemukan strategi 
hidup dengan keunggulan, maka anda akan keluar dari batas rata-rata prestasi lingkungan. Sebelum itu, paling maksimal 
yang bisa anda capai adalah kualitas hidup seperti orang lain atau seperti yang diraih oleh sepuluh orang yang anda 
kenal paling dekat. Lalu ke mana keunggulan tersebut diarahkan? Jelas, keunggulan itu harus diarahkan untuk 
mengoptimalkan apa yang disebut dalam rumusan Pareto dengan 20% of determining factors (factor penentu). Oleh 
karena itu, temukan apa saja yang menjadi faktor penentu keberhasilan anda dari sekian daftar kegiatan yang anda 
lakukan dalam hidup. Tinggalkan hal-hal yang tidak perlu dan fgokuskan hanya pada hal-hal yang berpotensi untuk 
pengembangan diri.

2. Berani Berkorban
Di dalam dunia yang sebesar ini terdapat sekian banyak "persoalan kecil" yang kalau anda tidak berani berkorban untuk 
memaafkannya bisa jadi persoalan itu akan mendominasi muatan pikiran anda yang akhirnya bisa membuat anda 
melupakan sisi keunggulan, cita-cita, fokus pengembangan diri, dan lain-lain. Contoh yang paling sederhana dan sering 
terjadi di depan mata kita adalah ketika sedang di jalan raya. Di luar dari persoalan tabrakan serius, terkadang hanya 
karena mobilnya tersenggol sedikit saja orang rela membuang banyak waktu dan kebahagiannya pergi ke kantor. Bahkan 
bisa berkembang ke arah baku hantam. Padahal kalau dimaafkan (mau berkorban sedikit dengan kehilangan uang 
beberapa ratus ribu saja untuk memperbaiki mobil yang lecet), maka semua urusan selesai.
Auditlah pikiran anda, persoalan apa saja yang kalau anda memaafkannya tidak akan merugikan anda secara misi atau 
visi dan tidak mengganti isi pikiran anda dengan muatan negatif. Untuk mengetahui apakah persoalan yang sedang anda 
hadapi tidak akan merugikan anda , gunakan standard audit berikut:
Apa saja yang menurut anda menjadi prioritas utama dalam kehidupan
Apa saja yang menurut anda didefinisikan sebagai persoalan penting dan tidak penting
Apa saja yang menurut anda didefinisikan sebagai persoalan darurat dan tidak darurat yang bisa jadi tidak penting dan 
tidak prioritas
Apa saja yang menurut anda didefinisikan sebagai persoalan "sampah" - tidak penting, tidak mendesak dan bukan 
prioritas utama. Namun dalam hal ini anda perlu menyeleksi secara ketat dan hati-hati, sebab bahayanya kalau anda 
secara mudah memasukan persoalan ke tong sampah ini maka anda bisa terjebak untuk meninggalkan misi atau fokus 
hidup hanya karena alasan mempertahankan posisi atau kondisi yang ada. Jika anda terjebak maka akhirnya rumus yang 
terjadi bukanlah 80/20 tetapi sebaliknya.

3. Membuat Sekat Pembatas
Pada akhirnya anda harus menentukan batasan-batasan tentang apa yang ingin dicapai, bagaimana mencapainya, apa 
modal yang dimiliki, dan akan kemana anda mengarahkan hidup anda. Dalam proses inilah terjadi seleksi dan 
pengecualian. Dari sekian luas dunia dan isinya, apa saja yang telah anda seleksi menjadi hal yang benar-benar anda 
inginkan sesuai format pondasi personal anda seperti: kiblat hidup, cita-cita, tujuan, target dan tindakan.
Semakin jelas anda memiliki format seleksi dan pengecualian, fokus pada pengembangan diri diiringi keberanian 
berkorban dengan memahami, mengakui, membuang sesuatu yang tidak dibutuhkan dalam diri anda, maka akan 
semakin jelas wilayah dunia yang menjadi "hak" anda sehingga semakin tersimpulkan apa yang menjadi determining 
factors to success itu. Artinya faktor penentu semakin sedikit dan semakin sederhana dan biasanya yang sederhana itu 
justru akan bisa bekerja optimal. Sementara yang cenderung pelik, ruwet dan kompleks biasanya mandul. Semoga 
berguna.

Belajar Untuk Skil Di masa depan





Hello para pembaca yang budiman,semoga para pembaca sehat wal'afiat ya sehingga bisa mejalankan aktifitas sehari-hari dan bisa terus membaca artikel di blog ini tentunya .Hehe.
Pada kesempatan kali ini penulis akan sedikit berbagi pengalaman yang penulis temukan pada kehidupan sehari-hari dan sedikit mengulas tentang belajar.Belajar yang dimaksudkan pada artikel ini adalah belajar di dalam lingkungan pendidikan akademik.
Berawal dari keprihatinan penulis dengan prilaku teman-teman kuliah yang melakukan cara apapun demi meraih nilai yang tinggi tanpa memikirkan apa yang bisa dilakukan dikemudian hari jika melakukan hal-hal instan demi meraih nilai tinggi.Memang nilai yang tinggi merupakan suatu kebanggaan dan menjadi sebuah tujuan utama pada proses akademik agar nilai yang tertera di ijazah terlihat memuaskan.

Lalu, apa masalahnya?
Di masa depan,kita mempunyai sebuah tugas untuk mempertanggungjawabkan gelar sarjana dan nilai yang tertera pada ijazah kita.Masalahnya adalah jika dalam proses akademiknya seorang sarjana melakukan hal-hal instan untuk memperoleh nilai yang tinggi,tentunya ia tidak akan memikirkan lagi bagaimana caranya untuk memahami tiap pelajaran yang di ajarkan oleh pengajar,malah cenderung berfikir bagaimana caranya untuk mendapatkan nilai yang mudah,salah satunya dengan meminta bantuan kepada senior atau teman yang lebih mengerti untuk menyelesaikan tugas tanpa berusaha sendiri terlebih dahulu.Hal ini tentunya sangat memprihatinkan,karena kurangnya kompetensi dalam proses belajar,sehingga menyebabkan kurangnya jumlah sarjana yang berkualitas, padahal di zaman yang semakin maju ini kita dituntut lebih kompeten dalam mempelajari setiap ilmu pengetahuan yang terus berkembang.

Fikirkan jika kita melamar pekerjaan menggunakan ijazah yang kita punya,namun kita tidak menguasai bidang lulusan kita.Tentunya kita akan bingung dalam mengerjakan pekerjaan tersebut karena tidak mengusai bidang  lulusan kita.Hal ini disebabkan proses belajar yang salah.
Jadi,mulai sekarang luruskan niat kita dalam belajar,ingatlah bahwa masa depan menunggu kita dan bagaimana kehidupan kita dimasa depan,kita yang menentukan.Isilah waktu dengan belajar,mudah-mudahan kehidupan kita di masa depan bahagia.

Berani Mencoba Itu Baik







Salam sukses untuk teman-teman pembaca.
Pada kesempatan kali ini simpul news akan berbagi sebuah ulasan yang semoga bermanfaat bagi teman-teman pembaca.
Di dalam hidup,kita seringkali menemukan hal-hal baru yang merupakan sebuah tuntutan profesi, ataupun hal baru yang muncul dari hobi kita yang mengharuskan kita untuk mengerjakannya. Namun permasalahannya terkadang kita merasa ragu bahkan takut untuk mencobanya.
Apa penyebabnya?
Penyebabnya adalah kita selalu memikirkan kemungkinan buruk yang akan terjadi kedepannya. Jadi, mulai sekarang fikirkanlah kemungkinan baik setiap apa yang akan kita jalani dengan begitu rasa percaya diri dan semangat untuk mencoba hal barupun akan timbul.Namun jika yang terjadi pada suatu hari adalah hal buruk,maka jadikanlah sebagai pelajaran, motifasi, serta semangat untuk lebih baik kedepannya.

Berani Mencoba Itu Baik 
Mengapa saya katakan demikian ?
Bayangkan jika kita tidak berani untuk mencoba sesuatu.Maka kita akan menjadi orang yang tidak tau apa-apa sehingga hidup kita tidak akan bermanfaat bagi diri sendiri apalagi bagi orang lain.Dalam mencoba sesuatu yang baru cobalah sesuatu yang baik dan positif agar yang kita kerjakan memberikan manfaat yang positif bagi diri sendiri dan orang lain serta memberikan suatu kebanggaan bagi orang-orang terdekat kita jika kita berhasil dalam mencoba sesuatu. Bahkan kita akan di nilai sebagai orang yang tekun dan rajin dalam mengerjakan sesuatu,hal ini sangat bermanfaat dalam memperoleh kepercayaan.Jangan sekali-sekali mencoba hal yang negatif,karena memberikan dampak buruk untuk kepribadian kita,sebab hal yang negatif akan selalu memberikan masalah dalam hidup,baik masalah dalam lingkungan keluarga,teman,serta lingkungan dimana kita tinggal.

 Jadi, darimana kita harus memulainya?
Mulailah dari hal-hal yang kecil agar kita lebih menemukan banyak pelajaran, seperti mencoba sebuah tantangan dari senior atau atasan, dan jika terfikirkan sesuatu atau menemukan sebuah insfirasi, mulailah mencoba untuk mengerjakannya.

Bagaimana Memimpin Rapat Yang Baik dan Benar








Rapat  merupakan sebuah aktifitas yang dilakukan oleh sekumpulan orang yang tergabung dalam sebuah organisasi, ataupun team.Rapat dilakukan untuk membicarakan, menyampaikan pendapat,serta memutuskan suatu kesepakatan tentang suatu topik yang telah ditentukan.
Mungkin bagi orang-orang yang telah terbiasa, bukanlah sesuatau yang sulit untuk memipin sebuah rapat.Namun bagaimana dengan seorang pemula yang sangat jarang memimpin sebuah rapat bahkan belum pernah sama sekali memimpin sebah rapat ? Tentu akan merasa gugup takut,dan tidak percaya diri. Untuk itu, yang harus diketahui bagi para pemula dalam memimpin sebuah rapat yaitu:
  1. Tenangkan hati dan fikiran, buang semua fikiran tentag urusan lain di luar serta fokus pada yang akan disampaikan pada saat rapat.Karena, cara ini berfungsi untuk meningkatkan konsentrasi saat memimpin sebuah rapat.
  2. Yakinkan diri anda,bahwasanya anda bisa memimpin rapat tersebut dengan baik.
  3. Berpakaian yang rapi.Faktor ini sangat berpengaruh dalam membangkitkan rasa percaya diri. Bayangkan jika dalam memimpin sebuah rapat anda berpenampilan acak-acaakan.Tentu rasa tidak percaya diri akan timbul,karena sebagai pemimpin rapat anda menjadi pusat perhatian semua peserta rapat.
  4. Persiapkaan materi yang akan disampaikan.Dalam sebuah rapat tentu ada hal-hal penting yng akan disampaikan.Persiapkanlah materi tersebut sebelum rapat,agar saat rapat dimulai anda sudah siap dengan materi yang akan disampaikan sehingga tidak mengulur waktu.
  5. Kuasai lingkungan rapat.Perhatikan setiap orang yang tergabung di dalam rapat tersebut.Di dalam sebuah rapat pasti ada orang yaang tidak fokus.Tugas anda adalah mengembalikan pusat perhatian orang tersebut ke rapat dengan cara mengajak orang tersebut berinteraksi dengan sekedar menanyakan apakah orang tersebut mengerti dengan yang telah disampaikan.
  6. Ciptakan suasana yang santai tapi serius,dengan cara memberikan sedikit lalucon di sela-sela rapat. Dengan begitu peserta rapat tidak merasa jenuh dan tegang dalam mengikuti rapat.
  7. Buatlah suasana rapat terasa  responsif dengan cara mendengarkan dengan serius saat peserta rapat menyampaikan pendapatnya ,agar peserta rapat  lebih nyaman dalam menyampaikan pendapatnya.

Presentasi Profesional







bagi para pekerja kantor ataupun mahasiswa tentunya tidak asing lagi dengan yang namanya presentasi.Presentasi merupakan sebuah media penyampaian suatu informasi yang disampaikan oleh seorang presenter.Pada sebuah presentasi, seorang presenter dituntut untuk menguasai  materi serta interaktif dalam menyampaikan suatu informasi. Lalu masalahnya adalah yang saya lihat di sekitar saya masih banyak rekan-rekan saya yang kurang menguasai materi serta terkesan monoton dalam menyampaikan presentasinya.

Agar dapat melakukan presentasi dengan benar,ada baiknya kita belajar dari orang yang sudah berpengalaman karena mereka sudah banyak belajar dari kekurangan mereka dalam berpresentasi. Namun, jika tidak mengenal orang yang telah berpengalaman dalam berpresentasi,sebaiknya lakukanlah sebuah pengamatan kecil dengan cara memperhatikan presentasi yang disampaikan oleh para profesional. Sehingga kita bisa belajar dari pengamatan tersebut,itulah yang saya lakukan sehingga muncullah beberapa hasil pengamatan saya .